Kamis, 23 Oktober 2014

KETIKA


Hai semua ~ Udah lama gak post nih.. saya kembali dengan puisi saya (lagi) :3. Mungkin puisi yang ini dibilang bukan puisi tapi curhat, ini dari hati saya yang paling dalam.... #eaaak :v



KETIKA
 Cipt : Kholifatur Rosyidah
Ketika kau bak petir yang menghantamkan lara
Ketika wajahku selalu basah dengan air mata
Ketika kau tinggalkan ku di neraka dunia
Ketika kita tak lagi berpandang mata
Ketika tentang mu tak lagi indah
Ketika SEMUA BERUBAH
                                                Tak perlu berliku liku kuungkapkan rasa
                                                Se indah apapun sajak ini  tak kan bisa
                                                Mengungkapkan begitu tersayatnya hatiku !
                                                mungkin bukan tersayat ! bukan teriris ! lebih sakit !
                                                Saat kau tertusuk 1000 pedang bahkan lebih sakit
                                                Mungkin melebihi sakitnya api neraka
Ketika aku terlalu bodoh
mengharapkan mu yang selalu menolakku
aku sendiri tidak tau ! mengapa aku bisa sebodoh itu !
Salah apa daku ! sampai Tuhan menghukum ku !
aku tidak sekuat itu
yang bisa menahan ribuan tusukan pedang
yang bersamaan ditancapkan di hatiku
                                                Ketika kau tertawa di ujung sana
                                                Aku selalu menyesal mengapa dahulu
                                                Pernah mendengar tawa manis itu
                                                Yang kini berubah jadi pedang hitam dalam hidupku
Ini bukan puisi kawan !
ini curahan hati
Jadi ketika kau baca tulisan konyol ini
Doakan selalu dirimu
Agar tidak tertusuk seperti aku
aku akan mendoakan mu {}

meskipun api neraka ini terus membakarku

0 komentar:

Posting Komentar