Sedikit penjelasan yah, mayang madu itu tari khas kabupaten tempat aku tinggal, yaitu kabupaten lamongan.Tari mayang madu menceritakan tentang agama islam yang di bawakan oleh sunan drajad yang sekarang makamnya ada di daerah paciran (kabupaten lamongan juga). Iseng aja aku menuangkannya dalam bentuk puisi.
#Tari mayang madu yang di bawakan di pendopo lokakantra Lamongan
BERSAMA MAYANG MADU
Karya : kholifatur rosyidah
Telah
kulantunkan lagu pemecah keheningan
Gemulai
tubuh dan tanganku turut mengarungi perjalanan
Bara
dalam dada rebah bersama hentak kakiku
Nada
dan gerakku seolah menyatu dalam bayangan
Pepatah
dan petitih terbayang di anganku
Juga
di anganmu
Beribu
tepukan tangan gemuruh penuh kebanggaan
Bersama
mayang madu
ku
menapaki fatamorgana kehidupan
Yang
fana’ dan penuh tipuan
Kini
semua bagai menyinari rembulan
Sayap
kainku tak lagi terbang menuju surga kebanggaan
Semua
pepatah terhempas dalam nestapa
Rangkaian
nada tepukan tersapu dalam kesunyian
Sedu
sedan tak dapat menghentikan pedih nan perih
Bersama
mayang madu
Kuratapi
gubahan pasir putih yang menghitam
Menangkap
kebahagiaan di pesisir kesemuan
Di
balik kerlip busana kekecewaan
Aku
termangu dalam cengkeraman malam
Di
mana agama yang dulu dirajakan ?
Di
mana kearifan yang dulu dikeramatkan ?
Kau
ciptakan angin beliung mematikan
Kau
hancurkan semua
Kau
khianati lagu suciku
Kau
musnahkan derajat penciptaku
Kau
dengan bangga melangkah di bumi
Meludahi
raja kuasamu
Bersama
mayang madu
Ku
tancapkan tombak amarah yang begitu dalam
Di
kerasnya hati para pemuda pemudi
Yang
belum Mengerti arti terimakasih
Kini
amarahku menghantam penghuni pertiwi
Meradang
menerkam
Seperti
penciptaku menerjang agama yang penuh kerusakan
Menciptakan
suasana cerah bagi lamongan
Bersama
mayang madu
Ku
tetap berdiri di seberang surga tipuan
Meneriakkan
daya juang yang begitu menggarang
Mengelupas
kulit surga tipuan
Yang
penuh api kebohongan
Wahai
taruna taruni bangsa
Sekeras
kerasnya batu pasti bisa di lunakkan
Sesulit
sulitnya matematika tak akan menghancurkan benak manusia
Bagaimana
dengan hati mu ?
Apa
kau masih ingin terjaga di pahatan kekacauan?
Apa
kau tetap ingin berjaya di tahta kesemuan ?
Tanpa
peduli kupu kupu yang mengitari hidupmu
Yang
bisa berevolusi menjadi dinausaurus
yang
bisa menerkammu
Menelanmu
Kemudian
memuntahkan mu
Atas
nama mayang madu
Kita
adalah sedarah, senadi, sehati
Ibu
kita satu sang pertiwi
Yang
selalu tersenyum menunggu kita di ujung waktu
Mengharap
kita kembali ke pangkuan
Bersama
mayang madu
Mari
buktikan bahwa kita bukan anak durhaka
patahkan
kerangka tulang globalisasi penuh kekejaman
Membangun
kokohnya masa depan harapan
Memenangkan
Nusantara di mata dunia







0 komentar:
Posting Komentar