Sabtu, 11 Oktober 2014

BERSAMA MAYANG MADU


Sedikit penjelasan yah, mayang madu itu tari khas kabupaten tempat aku tinggal, yaitu kabupaten lamongan.Tari mayang madu menceritakan tentang agama islam yang di bawakan oleh sunan drajad yang sekarang makamnya ada di daerah paciran (kabupaten lamongan juga). Iseng aja aku menuangkannya dalam bentuk puisi.




#Tari mayang madu yang di bawakan di pendopo lokakantra Lamongan


BERSAMA MAYANG MADU
Karya  : kholifatur rosyidah
Telah kulantunkan lagu pemecah keheningan
Gemulai tubuh dan tanganku turut mengarungi perjalanan
Bara dalam dada rebah bersama hentak kakiku
Nada dan gerakku seolah menyatu dalam bayangan
Pepatah dan petitih terbayang di anganku
Juga di anganmu
Beribu tepukan tangan gemuruh penuh kebanggaan
Bersama mayang madu
ku menapaki fatamorgana kehidupan
Yang fana’ dan penuh tipuan
                                             Kini semua bagai menyinari rembulan
                                             Sayap kainku tak lagi terbang menuju surga kebanggaan
                                             Semua pepatah terhempas dalam nestapa
                                             Rangkaian nada tepukan tersapu dalam kesunyian
                                             Sedu sedan tak dapat menghentikan pedih nan perih
                                             Bersama mayang madu
                                             Kuratapi gubahan pasir putih yang menghitam
                                             Menangkap kebahagiaan di pesisir kesemuan
Di balik kerlip busana kekecewaan
Aku termangu dalam cengkeraman malam
Di mana agama yang dulu dirajakan ?
Di mana kearifan yang dulu dikeramatkan ?
Kau ciptakan angin beliung mematikan
Kau hancurkan semua
Kau khianati lagu suciku
Kau musnahkan derajat penciptaku
Kau dengan bangga melangkah di bumi
Meludahi raja kuasamu
Bersama mayang madu
Ku tancapkan tombak amarah yang begitu dalam
Di kerasnya hati para pemuda pemudi
Yang belum Mengerti arti terimakasih
                                           Kini amarahku menghantam penghuni pertiwi
                                           Meradang menerkam
                                           Seperti penciptaku menerjang agama yang penuh kerusakan
                                           Menciptakan suasana cerah bagi lamongan


                                           Bersama mayang madu
                                           Ku tetap berdiri di seberang surga tipuan
                                           Meneriakkan daya juang yang begitu menggarang
                                           Mengelupas kulit surga tipuan
                                           Yang penuh api kebohongan
Wahai taruna taruni bangsa
Sekeras kerasnya batu pasti bisa di lunakkan
Sesulit sulitnya matematika tak akan menghancurkan benak manusia
Bagaimana dengan hati mu ?
Apa kau masih ingin terjaga di pahatan kekacauan?
Apa kau tetap ingin berjaya di tahta kesemuan ?
Tanpa peduli kupu kupu yang mengitari hidupmu
Yang bisa berevolusi menjadi dinausaurus
yang bisa menerkammu
                            Menelanmu
                                          Kemudian memuntahkan mu

                                           Atas nama mayang madu
                                           Kita adalah sedarah, senadi, sehati
                                           Ibu kita satu sang pertiwi
                                           Yang selalu tersenyum menunggu kita di ujung waktu
                                           Mengharap kita kembali ke pangkuan
Bersama mayang madu
Mari buktikan bahwa kita bukan anak durhaka
patahkan kerangka tulang globalisasi penuh kekejaman
Membangun kokohnya masa depan harapan

Memenangkan Nusantara di mata dunia

0 komentar:

Posting Komentar