Minggu, 24 Agustus 2014

TENTANG PUISI

TENTANG PUISI

Agan suka puisi ? suka ngarang puisi? suka denger orang baca puisi ? gak afdhol dong tentunya jika agan gak tau seluk beluk puisi.... Mau tau ? simak post ini yuk :)


Pengertian Puisi
Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, matra serta penyusunan larik dan bait. 

Macam - Macam Puisi
Menurut jenisnya puisi di bedakan menjadi 4 : 
1 Puisi lama
2 Puisi baru
3 Puisi modern
4 Puisi Kontemporer
1. PUISI LAMA
Puisi lama adalah jenis puisi yang terikat oleh aturan-aturan 
 Aturan aturan itu antara lain : 
a) jumlah kata dalam 1 baris
b) Jumlah baris dalam 1 bait
c) Irama
d) Persajakan (rima)
e) Banyak suku kata tiap baris
Ciri-ciri Puisi Lama
       Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlahsuku kata maupun rima
    Jenis Puisi Lama 
       Yang termasuk puisi lama adalah
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
d) Seloka adalah pantun berkait
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris

 2. Puisi Baru
     Puisi baru sering juga disebut sebagai sajak. Puisi baru lebih menekankan  
      pada isi yang terkandung di dalamnya.  
     Macam - macam puisi baru
     1 Distikhon (sajak dua seuntai), yaitu tiap bait terdiri atas 
        dua baris
               2 Tersina (sajak dua seuntai), Yaitu tiap bait terdiri atas tiga baris,
               3 Quantrin (sajak empat seuntai), yaitu tiap bait terdiri empat baris,
               4 Quin (sajak lima seuntai), yaitu tiap bait terdiri dari lima baris,
               5 Sextet (sajak enam seuntai), yaitu tiap bait terdiri atas enam 
        baris
               6 Septima  (sajak tujuh seuntai), yaitu tiap bait terdiri atas tujuh 
         baris,
               7 Stanza atau octaf (sajak delapan seuntai),Yaitu tiap bait terdiri 
                   atas delapan baris, 
               8 Sonata (sajak empat belas seuntai).


3.  Puisi Modern
Menurut Jalil (1990) puisi modern ini muncul, sejak kehadiran Jepang di Indonesia. Walaupun kehadiran Jepang di Indonesia memberikan kesengsaraan bagi masyarakat, namun bagi penyair memberikan kandungan keuntungan yang sangat besar, yaitu adanya kebebasan menggunakan bahasa indonesia.Kebebasan menggunakan bahasa indonesia oleh penyair, digunakan sebagai alat untuk menghembuskan napas kebencian pada Jepang. Penyair angkatan ini dikategorikan sebagai penyair angkatan 1945, dan karya-karya puisinya termasuk dalam kelompok puisi modern. Diantara puisi  modern; (1) berjudul “Aku” karya Chairil Anwar, (2) berjudul “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah.

4. Puisi Kontemporer
Sesungguhnya bagi angkatan pujangga baru yang masih hidup antara tahun 1966-1970, kehadiran puisi kontemporer pada mulanya tidak diakuinya, karena  mereka menganggap  bahwa puisi dari jaman revolusi ini bukan lahir dari penyair yang benar-benar penyair, karena tokoh dari puisi ini dianggap brengsek, namun sebenarnya tidaklah demikian. Kehadiran puisi kontemporer merupakan perkembangan puisi Indonesia. Tahapan dari karya puisi kontemporer tidah hanya mementingkan diri si penyair, tetapi tuntutan keharusan, kemestian dan kebenaran menjadi tahap yang utama dalam menciptakan sebuah puisi

          Semoga yang saya share ini menjadi bermanfaat ya :)                                          terimakasih

0 komentar:

Posting Komentar